PERDES

TATA CARA PEMBUATAN PERDES

Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usuldan adat istiadat setempat, yang diakui dan dihormati dalam sistim Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistim Negara Kesatuan Republik Indonesia
Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disebut BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintanan Desa sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Pejabat yang berwenang adalah Pejabat yang berwenang menerima, menangguhkan dan membatalkan Peraturan Desa dan atau Keputusan Kepala Desa yaitu Kepala Daerah atau yang ditunjuk atau yang melindungi untuk itu

Produk Hukum Desa adalah suatu ketentuan yang ada di Desa berupa Peraturan Desa,Keputusan Kepala Desa, Peraturan Kepala Desa. Peraturan Desa/ peraturan yang setingkat adalah Peraturan Perundang-undangan yang
dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa atau nama lainnya bersama dengan Kepala Desa atau nama lainnya

Peraturan Kepala Desa adalah peraturan yang dibuat oleh Kepala Desa sebagai pelaksanaan dari Peraturan Desa atau peraturan yang bersifat umum dan mengatur Keputusan Kepala Desa adalah keputusan yang ditetapkan oleh Kepala Desa untuk melaksanakan jalannya Pemerintahan Desa yang bersifat konkrit, individual dan final

Jenis Produk Hukum Pemerintahan Desa meliputi :
a. Peraturan Desa;
b. Peraturan Kepala Desa;
c. Keputusan Kepala Desa.
Pembentukan Peraturan Desa harus berdasarkan pada azas pembentukan Peraturan Perundang-undangan yaitu :
a. Kejelasan tujuan;
b. Kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat;
c. Kesesuaian antara jenis dan materi muatan;
d. Dapat dilaksanakan;
e. Kedayagunaan dan kehasilgunaan;
f. Kejelasan rumusan;
g. Keterbukaan

Materi muatan Peraturan Desa mengandung azas :
a. Pengayoman;
b. Kemanusian;
c. Kebangsaan;
d. Kekeluargaan;
e. Kenusantaraan;
f. Bhineka Tunggal Ika;
g. Keadilan;
h. Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan;
i. Ketertiban dan kepastian hukum;
j. Keseimbangan, keserasian dan keselarasan.

Materi muatan Peraturan Desa sebagaimana yang dimaksud adalah seluruh materi muatan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat serta penjabaran lebih lanjut dari ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

Materi muatan Peraturan Kepala Desa sebagaimana dimaksud adalah Penjabaran Pelaksanaan Peraturan Desa yang bersifat pengaturan.

Materi muatan Keputusan Kepala Desa sebagaimana dimaksud adalah Penjabaran Pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa yang
bersifat penetapan.

Peraturan Desa tidak boleh bertentangan dengan Kepentingan Umum dan atau Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

Rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud dapat berasal dari
Kepala Desa atau Badan Permusyawaratan Desa.

Masyarakat berhak memberikan masukan baik secara tertulis maupun lisan terhadap Rancangan Peraturan Desa

Rancangan Peraturan Desa yang disiapkan Badan Permusyawaratan Desa disampaikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa kepada Kepala Desa

Pembahasan Rancangan Peraturan Desa di Badan Permusyawaratan Desa dilakukan bersama Kepala Desa

Rancangan Peraturan Desa yang berasal dari Pemerintah Desa dapat ditarik kembali sebelum dibahas BPD

Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa yang telah disetujui bersama sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa paling lama 3 (tiga) hari disampaikan Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat untuk dievaluasi

Hasil evaluasi Bupati terhadap Rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud diatas disampaikan paling lama 20 (dua puluh) hari kepada Kepala Desa

Apabila hasil evaluasi sebagaimana dimaksud diatas melampaui batas waktu dimaksud, Kepala Desa dapat menetapkan Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa menjadi Peraturan Desa

Rancangan Peraturan Desa yang telah disetujui bersama oleh Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa disampaikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa kepada Kepala Desa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa

Penyampaian rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud diatas
dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung tanggal persetujuan bersama.

Rancangan Peraturan Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ditetapkan oleh Kepala Desa dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak rancangan Peraturan Desa tersebut disetujui bersama oleh Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa

Peraturan Desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat sebagai bahan pengawasan dan pembinaan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkan apabila bertentangan dengan kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dibatalkan oleh Kepala Daerah

Peraturan Desa dan Peraturan Pelaksanaannya wajib disebarluaskan kepada
masyarakat oleh Pemerintah Desa dan ditetapkan dengan Keputusan Bupati paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya Peraturan Desa

Contoh susunan Draft Peraturan Desa :

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN
KECAMATAN PURWOSARI
KANTOR DESA MMMMMMMMMM
Jl. ……………………………….. ( 0343 – xxxxxx
P U R W O S A R I 67162

PERATURAN DESA MMMMMMMMMM
NOMOR ……… TAHUN …………

TENTANG

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA MMMMMMMMMM

Menimbang :
a. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

b. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Mengingat :
1. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

2. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

3. Dst.

Dengan Persetujuan,
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA MMMMMMMMMMMM

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DESA MMMMMMM TENTANG MMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

BAB I
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Pasal 1
i. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

ii. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

BAB II
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Bagian Pertama

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Pasal 2
Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

BAB III
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Ditetapkan
di mmmmmmmmmmm
Pada Tanggal :
………………….,………
KEPALA DESA MMMMMM

NAMA JELAS

Diundangkan dalam Lembaran Desa………………………….
Nomor ………………….
SEKRETARIS DESA

NAMA JELAS
Pangkat
NIP.

About these ads

Tentang yayankrismawan

biasa saja tapi sangat menakjubkan
Tulisan ini dipublikasikan di hukum, Konstitusi, Paguyuban Perangkat Desa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s